Judul : Menteri Susi Presentasi di Pembukaan “6th European Tuna Conference”
link : Menteri Susi Presentasi di Pembukaan “6th European Tuna Conference”
Menteri Susi Presentasi di Pembukaan “6th European Tuna Conference”
Ibu Susi Pudjiastuti, menteri kelautan dan perikanan (KPP) Indonesia menyampaikan kabar berita terkait dengan perkembangan industri perikanan serta upaya pemerintah Indonesia dalam menanggulangi penangkapan yang dilakukan dengan ilegal atau bisa dibilang sebagai IUU Fishing. Hal ini disampaikannya pada presentasi Brussel, Belgia Senin lalu tepatnya pada acara 6th European Tuna Conference.
Acara ini dihadiri lebih dari 250 orang peserta yang berasal dari berbagai lini. Mulai dari teknologi perikanan, perusahaan pengolahan ikan, LSM, perusahaan penangkap ikan, pemerintah Uni Eropa dan negara berpenghasil ikan nomer satu di dunia. Hal ini diungkapkan oleh Ignatius Puguh Priambodo selaku pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Brussel – kepada Antara.
Beliau menyampaikan jika laut Indonesia milik dari bangsa itu sendiri sehingga perlu dikelola bersama. Hal ini diupayakan agar Indonesia kembali menjadi poros maritim dunia seperti dahulu kala. Selain itu, agar nantinya kekayaan laut ini bisa diwariskan ke generasi selanjutnya. Tak hanya itu, dalam presentasinya beliau juga menceritakan beragam pengalamannya dalam pekerjaannya.
Dalam presentasinya, menteri Susi menyampaikan pengalamannya mulai dari ketika dirinya tengah menjadi pengusaha dalam bidang perikanan tepatnya pada 1990-2004. Beliau mengatakan pada saat itu ikan di Pulau Jawa terutama kawasan pantai selatannya yakni Pangandaran stoknya sangat mengkhawatirkan. Hal tersebut menurut Menteri Susi penyebab salah satunya adalah karena praktik IUU fishing.
“Praktik IUU Fishing sudah bisa dikategorikan kejahatan lintas Negara, karena seringkali berkaitan dengan kejahatan terorganisasi internasional. Dalam praktiknya IUU Fishing biasanya didampingi kejahatan lain seperti obat-obatan terlarang, penyelundupan manusia dan perbudakan modern,” Tutur Menteri Susi Pudjiastuti.
Beliau juga menyampaikan bahwa, saat dulu dilantik oleh presiden Joko Widodo beliau meminta dukungan untuk menindak tegas siapapun pelaku IUU Fishing ini. Salah satunya dengan cara meledakkan kapal penangkap ikan asing yang berkeliaran di kawasan Indonesia. Mulai dari hal itulah kini stok ikan di Indonesia berangsur membaik. Dulunya stok ikan di kawasan perairan Jawa cukup berkurang dan kebanyakan para aktornya berasal dari luar negeri.
Pada presentasinya ini beliau menyampaikan bahwa IUU Fishing hanya bisa ditanggulangi dengan jalan kerja sama internasional. Selain itu, Indonesia sangat terbuka untuk untuk investasi asing di bidang infrastruktur penunjang cold storage dan transportasi logistik.
Didasarkan dari Eurostat, setidaknya sebanyak 54 miliar Euro telah dibelanjakan konsumen Uni Eropa dalam bidang perikanan. Di tahun 2015 setidaknya konsumsi ikan untuk penduduk sebesar 25.5 kg di Uni Eropa sendiri. Selain itu, impor produk makanan dari ikan mencapai 20% dari 120 miliar Euro produk makanan yang diimpor.
Tak hanya membuka konferensi yang diadakan setiap dua tahun ini saja, Menteri Susi juga menjadwalkan bertemu dengan Karmenu Vella – Komisioner Kelautan dan Lingkungan Hidup Uni Eropa. Pertemuan berhubungan dengan Seafood Expo Global Brussel dimana Indonesia akan membuka paviliunnya disana. Kabar baik dalam bidang kelautan bukan?
Demikianlah Artikel Menteri Susi Presentasi di Pembukaan “6th European Tuna Conference”
Sekianlah artikel Menteri Susi Presentasi di Pembukaan “6th European Tuna Conference” kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Menteri Susi Presentasi di Pembukaan “6th European Tuna Conference” dengan alamat link http://pelaut-indo.blogspot.com/2017/05/menteri-susi-presentasi-di-pembukaan.html

0 Response to "Menteri Susi Presentasi di Pembukaan “6th European Tuna Conference”"
Posting Komentar